A. Sebutkan hipotesis tentang pembentukan tata surya dan
beri salah satu teori yang paling masuk akal serta alasan nya!
B. Ada diantara planet di tata surya yang bercincin. Sebutkan
apa saja material dari cincin tersebut!
C. Sebutkan dampak kemajuan teknologi terhadap perkembangan
anak!
A.
Teori pembentukan
Tata Surya dan teori paling masuk akal
1. Teori Nebula
Dalam
teori Nebula, diungkapkan bahwa pada awalnya sistem tata surya ini terbentuk
dari suatu nebula atau kabut tipis yang sangat luas. Nebula atau massa gas
raksasa yang bercahaya ini berputar perlahan -lahan yang kemudian secara berangsur
-angsur mendingin, mengecil dan mendekati bentuk bola.
Rotasi yang terjadi
semakin lama semakin kencang sehingga mengakibatkan bagian tengah dari massa
tersebut jadi menggelembung. Akibatnya, lingkaran materi tersebut terlempar
keluar.
Lingkaran inilah
yang kemudian mendingin, mengecil, hingga akhirnya menjadi planet -planet.
Planet -planet yang terbentuk tetap mengorbit mengeliling inti massa. Sementara
lingkaran lain terlempar lagi dari pusat massa sehingga menjadi seluruh planet
yang kita kenal sekarang ini, termasuk bumi.
Pusat massa tersebut
adalah matahari. Berikutnya, planet -planet yang ada juga melemparkan massa-nya
keluar angkasa sehingga berubah menjadi satelit seperti bulan yang dimiliki
oleh bumi.
Teori Nebula
diketahui muncul pertama kali pada abad XVIII yang diawali oleh pendapat dari
seorang filsuf Jerman bernama Immanuel Kant. Pendapat Kant mengenai tata surya
yang terbentuk dari nebula ini kemudian diperkuat oleh Marquis de Laplace
(Piere Simon), yang merupakan seorang astronom Prancis.
Teori yang
diungkapkan oleh Laplace lebih merupakan penjelasan pendapat Kant. Meski
Laplace pun tidak mengetahui sumbangan dari pemikiran kant dalam teorinya
tersebut. Karena berasal dari pemikiran dua ahli ini, maka teori Nebula juga
sering disebut sebagai Teori Kant -Laplace.
1. Teori Planetesimal
Yang
dimaksud dengan planetesimal merupakan suatu benda padat kecil yang bergerak
mengelilingi suatu inti yang bersifat gas. Teori planetesimal mengemukakan
bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan
berada sangat dekat dengan matahari.
Bintang yang
melintas tersebut rupanya memiliki daya tarik yang besar sekali sehingag
mengakibatkan pasang di bagian gas panas matahari. Karenanya, terdapatlah massa
gas dari matahari yang terlempar keluar dan mulai mengorbit pada matahari.
Namun, karena daya
tarik yang masih banyak dimilki matahari, maka massa gas tersebut tertahan dan
bergerak mengeliling matahari. Massa gas ini lama kelamaan menjadi dingin dan
bentuknya menjadi cairan yang lalu memadat. Massa tersebutlah yang saat ini
kita kenal sebagai planet, termasuk untuk bumi kita.
Teori Planetesimal
ini muncul pertama kali sekitar tahun 1900. Teori ini pertama kali dikemukakan
oleh seorang astronom bernama Forest Ray Moulton serta seorang ahli geologi
bernama T.C. Chamberlain dari Universitas Chicago.
Teori planetesimal
ini didasarkan pada pengamatan bahwa beberapa bintang di langit nampak tidak
pernah berhenti bergerak. Suatu ketika, bintang yang terus bergerak tersebu
melintas sangat dekat dengan Matahari.
Lalu karena adanya
gaya gravitas, maka terjadilah gaya tarik menarik antara matahar dan bintang
yang melintas tersebut. Terjadilah pasang yang mengakibatkan terbentuknya
planet -planet. Planet yang terbentuk ini yang mungkin mengikuti bintang yang
lewat tadi.
3. Teori Pasang Surut
Teori
pasang surut atau teori pasang ini juga terkadang disebut sebagai teori ide
benturan. Dalam teori pasang surut atau teori ide benturan ini, disebutkan
bahwa planet -planet awalnya terbentuk secara langsung oleh gas asli matahari
yang tertarik oleh bintang yang melintas sangat dekat dan nyaris bersinggungan
dengan matahari.
Teori ini memang
hampir sama dengan teori planetesimal. Hanya bedanya, pada teori pasang surut
ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal. Teori ini menyebutkan bahwa saat
bintang berada sangat dekat dengan matahari, ada tarikan gravitasinya yang
menyedot filament gas yang berbentuk cerutu panjang.
Filament ini
membesar di bagian tengah dan mengecil di kedua ujungnya. Dari filament inilah,
kemudian terbentuk sebuah planet. Pendapat ini dicetuskan pertama kali oleh Sir
James Jeans dan Sir Harold Jeffreys dari Inggris pada tahun 1918.
Jeans dan Jeffreys
beranggapan bahwa kelahiran Tata Surya adalah suatu peristiwa langka. Sebab,
perisitiwa ini terjadi saat matahari nyaris bersinggungan dengan sebuah
bintang. Peristiwa yang menyebabkan lidah matahari jadi berbentuk seperti
cerutu ini juga menjadi penjelasan logis tentang ukuran planet yang berbeda
satu sama lain.
4. Teori Lyttleton atau Teori Bintang Kembar
Teori
lyttleton atau yang juga sering disebut sebagai teori bintang kembar ini
mengemukakan bahwa mulanya matahari merupakan bintang kembar yang mengelilingi
sebuah medan gravitasi. Tapi, ada sebuah bintang yang menabrak salah satu bintang
kembar tersebut dan mungkin menghancurkannya.
Bintang yang hancur
tersebut lantas berubah menjadi massa gas yang berputar-putar. Karena terus
berputar, maka massa gas itu berubah dingin dan membentuk planet – planet.
Sementara satu bintang lain yang bertahan menjadi pusat tata surya yang kita
kenal sebagai matahari.
Matahari mampu
menahan planet yang terbentuk tersebut karena memiliki kekuatan gravitasi.
Karenanya, planet -planet dapat beredar menurut lintasannya mengelilingi
matahari. Karena anggapan pembentukan tata surya ini karena adanya suatu
benturan, maka itu sebabnya teori ini juga dikenal sebagai teori ide benturan.
Teori Lyttleton ini
dicetuskan oleh R.A. Lyttleton yang merupakan seorang astronom. Ia melakukan
modifikasi terhadap teori benturan yang sebelumnya pernah ada. Namun, teori
yang diungkapkan Lyttleton ini dianggap memiliki penjelasan yang lebih baik
mengenai asal mula Tata Surya berdasarkan teori benturan.
5. Teori Awan Debu
Teori
Awan Debu mengungkapkan bahwa calon Tata Surya awalnya adalah awan yang sangat
luas. Awan ini terdiri dari debu dan gas kosmos yang diperkirakan berbentuk
seperti sebuah piring.
Namun, terdapat
ketidakteraturan dalam awan tersebut yang menyebabkan terjadinya perputaran
sehingga gas dan debu yang berputar berkumpul jadi satu. Sementara debu dan gas
ini terus berputar, awan tersebut pun menghilang.
Lalu, partikel
-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat dan berubah menjadi
planet. Lalu berbagai gas yang ada di tengah -tengah awan berkembang dan menjadi
matahari.
Teori Awan Debu ini dicetuskan oleh Fred L. Whippel yang merupakan
seorang astronom asal Amerika Serikat. Jika ditelusuri dari prosesnya, teori
ini seolah merupakan pengembangan teori Nebula.
Selain apa yang
diungkapkan oleh Fred L. Whippel, ada juga astronom Inggris bernama Fred Hoyle
dan astronom Swedia bernama Hannes Alven yang mengungkapkan teori yang serupa
dengan teori Awan Debu.
Mereka berpendapat
bahwa pada mulanya Matahari berputar dengan cepat dengan piringan gas di
sekelilingnya. Jika merujuk pada penelitian era modern, Matahari dikatakan
berputar kira-kira satu kali dalam 27 hari.
Sementara
perhitungan mutakhir juga menunjukkan bahwa Matahari primitif berputar lebih
cepat sehingga memungkinkan terlemparnya bahan -bahan yang kemudian membentuk
planet. Hal inilah yang mendukung teori awan debu ini.
6. Hipotesis Kuiper
Dalam
Hipotesis Kuiper, dikemukakan bahwa alam semesta ini pada awalnya terdiri dari
formasi bintang -bintang. Lalu, terdapat dua pusat yang memadat dan berkembang
dalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen.
Satu pusat lebih
besar daripada pusat yang lainnya. Satu pusat yang lebih besar ini kemudian
memadat dan menjadi bintang tunggal yang kita kenal sebagai matahari.
Hipotesis ini
dikemukakan oleh Gerard P Kuiper (1905 – 1973). Karena masih merupakan
hipotesis dan belum dianggap sebagai teori yang memiliki dasar kuat, pendapat
Kuiper ini lumayan jarang digunakan.
7.
Teori Big Bang
Teori ini
menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis
yang besar pula. Karena ada reaksi inti, maka massa tersebut meledak dengan
hebatnya (big bang). Bagian yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat
ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut
membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih rendah.
Kelompok-kelompok tersbut yang menjadi galaksi sekarang ini.
Analisis Teori
Menurut saya teori yang paling masuk akal adalah teori Big
Bang. Karena seperti yang telah dijelaskan bahwa planet terbentuk oleh sebuah
ledakan yang di akibat kan oleh suhu yang sangat panas,sehingga terjadi lah
suatu ledakan yang sangat dahsyat. Selain itu menurut saya,akibat dari ledakan
tersebut maka pasti ukuran yang dihasilkan oleh ledakan tersebut akan berbeda. Maka
dari itu saya sependapat oleh Teori Bigbang ini
B.
Cincin planet di
Tata Surya
·
Saturnus
Mereka terdiri dari
partikel kecil yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari ukuran mikrometer ke
meter, yang mengorbit Saturnus. Partikel cincin yang hampir seluruhnya terbuat
dari es air, dengan komponen jejak material batuan
·
Uranus
Cincin Uranus ditemukan
pada tanggal 10 Maret 1977, oleh James L. Elliot, Edward W. Dunham, dan Douglas
J. Mink. Lebih dari 200 tahun yang lalu, pada tahun 1789, William Herschel juga
melaporkan mengamati cincin; beberapa astronom modern yang skeptis bahwa ia
bisa benar-benar melihat mereka, karena mereka sangat gelap dan samar.
Pada tahun 1978, sembilan cincin yang berbeda
diidentifikasi. Dua cincin tambahan ditemukan pada tahun 1986 dalam gambar yang
diambil oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2, dan dua cincin luar ditemukan
pada tahun 2003-2005 di Foto Hubble Space Telescope. Dalam rangka peningkatan
jarak dari planet 13 cincin dikenal ditunjuk 1986U2R / ζ, 6, 5, 4, α, β, η, γ,
δ, λ, ε, ν dan μ. Kisaran jari-jari mereka dari sekitar 38.000 km untuk cincin
/ ζ 1986U2R sekitar 98,000 km untuk cincin μ. Band debu samar tambahan dan
busur lengkap mungkin ada di antara cincin utama. Cincin sangat gelap Albedo
Obligasi partikel cincin 'tidak melebihi 2%. Mereka mungkin terdiri dari air es
dengan penambahan beberapa organik radiasi diproses gelap
·
Jupiter
Planet Jupiter memiliki sistem cincin, yang dikenal sebagai cincin Jupiter
atau sistem cincin Jovian. Itu adalah sistem cincin ketiga yang ditemukan di
Tata Surya, setelah dari Saturnus dan Uranus. Ini pertama kali diamati pada
tahun 1979 oleh probe ruang Voyager 1 dan diselidiki secara menyeluruh pada
1990-an oleh pengorbit Galileo. [2] Hal ini juga telah diamati oleh Hubble
Space Telescope dan dari Bumi selama 23 tahun terakhir. pengamatan berbasis
darat dari cincin memerlukan teleskop terbesar.
C.
Dampak IPTEK terhadap perkembangan anak
Pada zaman sekarang
perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri lagi sudah sangat sangat
berkembang dibanding zaman dahulu. Yang dahulu sebuah komputer sebesar satu
ruangan kelas,tetapi kini komputer tidak lebih besar nya dari sebuah tas,yang
biasa kita sebut dengan laptop. Begitu juga dengan alat komunikasi berupa HP
dan yang lain nya. Dahulu setiap orang apabila ingin berkomunikasi dengan
menggunakan surat,lalu berkembang dengan telpon rumah dan sekarang telah
berkembang menjadi sebuah Hand Phone.
Siapapun
di zaman sekarang hand phone sangat diperlukan karena fasilitas yang diberikan
oleh hand phone sangat bermanfaat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh komunikasi
melalui media sosial dan game dan juga Hand Phone dapat dimiliki oleh siapa
saja mulai dari orang tua,remaja bahkan anak anak. Tetapi di zaman sekarang hand
phone yang banyak digunakan oleh anak anak zaman sekarang terlalu sering dan
kurang bijak untuk digunakan. Dampak dari penggunaan ini diantara nya anak-anak
yang terlalu sering menggunakan HP terlalu sibuk dengan HP-nya sehingga dia
lupa berinteraksi dengan lingkungan di sekitar nya. Dan akibat nya anak anak
tersebut tumbuh menjadi anak anak dengan sifat individualis dikarenakan terlalu
sibuk dan kurang peduli dengan lingkungan nya masing masing. Dan juga anak anak
ini juga terlalu berdiam diri di rumah nya.
Contoh Kasus
Kasus
penculikan yang dialami Marieta Nova Triani, gadis dibawah umur yang
menjadi korban penculikan setelah berkenalan melalui jejaring sosial Facebook,
diakui keluarganya sebagai anak yang pendiam dan jarang keluar rumah. Keduanya
intens berkirim pesan sejak 5 bulan sebelum kasus penculikan itu. Meski
dipisahkan oleh jarak,korban di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Ari di Tangerang,
keduanya cukup hangat menjalin hubungan lewat dunia maya. Bahkan, pada
tanggal 20 Januari 2010, Ari membuat status ‘Married’ di akun Facebooknya.
Lewat perkenalan di Facebook tersebut, akhirnya korban dibawa kabur oleh Ari
hingga 3 hari saat berkunjung ke Jakarta. Ari menggunakan akun bernama ‘Arie
Power’. Dalam facebooknya terdapat foto-foto korban yang diberi nama sebagai
‘bundaqw’. Selama kabur, Ari dan korban sempat berhubungan seksual. Ari lantas
dibekuk polisi dengan tuduhan melarikan anak di bawah umur. Sebelum
pertemuannya dengan tersangka Ari melalui Facebook, korban sempat dinasehati
kakaknya untuk tidak mudah percaya pada lelaki yang baru dikenal melalui dunia
maya. Kini korban mengalami depresi setelah kasusnya merebak. Kristina
(kakaknya) menambahkan, adiknya kini lebih banyak mengurung diri didalam rumah. Nova mengaku malu dan stress karena kasusnya merebak
setelah diberitakan media.