Sabtu, 22 April 2017

Tugas DONG!!!

  

A.   Sebutkan hipotesis tentang pembentukan tata surya dan beri salah satu teori yang paling masuk akal serta alasan nya!
B.   Ada diantara planet di tata surya yang bercincin. Sebutkan apa saja material dari cincin tersebut!
C.   Sebutkan dampak kemajuan teknologi terhadap perkembangan anak!





















A.   Teori pembentukan Tata Surya dan teori paling masuk akal

1.  Teori Nebula

Dalam teori Nebula, diungkapkan bahwa pada awalnya sistem tata surya ini terbentuk dari suatu nebula atau kabut tipis yang sangat luas. Nebula atau massa gas raksasa yang bercahaya ini berputar perlahan -lahan yang kemudian secara berangsur -angsur mendingin, mengecil dan mendekati bentuk bola.
Rotasi yang terjadi semakin lama semakin kencang sehingga mengakibatkan bagian tengah dari massa tersebut jadi menggelembung. Akibatnya, lingkaran materi tersebut terlempar keluar.
Lingkaran inilah yang kemudian mendingin, mengecil, hingga akhirnya menjadi planet -planet. Planet -planet yang terbentuk tetap mengorbit mengeliling inti massa. Sementara lingkaran lain terlempar lagi dari pusat massa sehingga menjadi seluruh planet yang kita kenal sekarang ini, termasuk bumi.
Pusat massa tersebut adalah matahari. Berikutnya, planet -planet yang ada juga melemparkan massa-nya keluar angkasa sehingga berubah menjadi satelit seperti bulan yang dimiliki oleh bumi.
Teori Nebula diketahui muncul pertama kali pada abad XVIII yang diawali oleh pendapat dari seorang filsuf Jerman bernama Immanuel Kant. Pendapat Kant mengenai tata surya yang terbentuk dari nebula ini kemudian diperkuat oleh Marquis de Laplace (Piere Simon), yang merupakan seorang astronom Prancis.
Teori yang diungkapkan oleh Laplace lebih merupakan penjelasan pendapat Kant. Meski Laplace pun tidak mengetahui sumbangan dari pemikiran kant dalam teorinya tersebut. Karena berasal dari pemikiran dua ahli ini, maka teori Nebula juga sering disebut sebagai Teori Kant -Laplace.

1.      Teori Planetesimal

Yang dimaksud dengan planetesimal merupakan suatu benda padat kecil yang bergerak mengelilingi suatu inti yang bersifat gas. Teori planetesimal mengemukakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada sangat dekat dengan matahari.
Bintang yang melintas tersebut rupanya memiliki daya tarik yang besar sekali sehingag mengakibatkan pasang di bagian gas panas matahari. Karenanya, terdapatlah massa gas dari matahari yang terlempar keluar dan mulai mengorbit pada matahari.
Namun, karena daya tarik yang masih banyak dimilki matahari, maka massa gas tersebut tertahan dan bergerak mengeliling matahari. Massa gas ini lama kelamaan menjadi dingin dan bentuknya menjadi cairan yang lalu memadat. Massa tersebutlah yang saat ini kita kenal sebagai planet, termasuk untuk bumi kita.
Teori Planetesimal ini muncul pertama kali sekitar tahun 1900. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang astronom bernama Forest Ray Moulton serta seorang ahli geologi bernama T.C. Chamberlain dari Universitas Chicago.
Teori planetesimal ini didasarkan pada pengamatan bahwa beberapa bintang di langit nampak tidak pernah berhenti bergerak. Suatu ketika, bintang yang terus bergerak tersebu melintas sangat dekat dengan Matahari.
Lalu karena adanya gaya gravitas, maka terjadilah gaya tarik menarik antara matahar dan bintang yang melintas tersebut. Terjadilah pasang yang mengakibatkan terbentuknya planet -planet. Planet yang terbentuk ini yang mungkin mengikuti bintang yang lewat tadi.

3. Teori Pasang Surut

Teori pasang surut atau teori pasang ini juga terkadang disebut sebagai teori ide benturan. Dalam teori pasang surut atau teori ide benturan ini, disebutkan bahwa planet -planet awalnya terbentuk secara langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh bintang yang melintas sangat dekat dan nyaris bersinggungan dengan matahari.
Teori ini memang hampir sama dengan teori planetesimal. Hanya bedanya, pada teori pasang surut ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal. Teori ini menyebutkan bahwa saat bintang berada sangat dekat dengan matahari, ada tarikan gravitasinya yang menyedot filament gas yang berbentuk cerutu panjang.
Filament ini membesar di bagian tengah dan mengecil di kedua ujungnya. Dari filament inilah, kemudian terbentuk sebuah planet. Pendapat ini dicetuskan pertama kali oleh Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys dari Inggris pada tahun 1918.
Jeans dan Jeffreys beranggapan bahwa kelahiran Tata Surya adalah suatu peristiwa langka. Sebab, perisitiwa ini terjadi saat matahari nyaris bersinggungan dengan sebuah bintang. Peristiwa yang menyebabkan lidah matahari jadi berbentuk seperti cerutu ini juga menjadi penjelasan logis tentang ukuran planet yang berbeda satu sama lain.

4. Teori Lyttleton atau Teori Bintang Kembar

Teori lyttleton atau yang juga sering disebut sebagai teori bintang kembar ini mengemukakan bahwa mulanya matahari merupakan bintang kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Tapi, ada sebuah bintang yang menabrak salah satu bintang kembar tersebut dan mungkin menghancurkannya.
Bintang yang hancur tersebut lantas berubah menjadi massa gas yang berputar-putar. Karena terus berputar, maka massa gas itu berubah dingin dan membentuk planet – planet. Sementara satu bintang lain yang bertahan menjadi pusat tata surya yang kita kenal sebagai matahari.
Matahari mampu menahan planet yang terbentuk tersebut karena memiliki kekuatan gravitasi. Karenanya, planet -planet dapat beredar menurut lintasannya mengelilingi matahari. Karena anggapan pembentukan tata surya ini karena adanya suatu benturan, maka itu sebabnya teori ini juga dikenal sebagai teori ide benturan.
Teori Lyttleton ini dicetuskan oleh R.A. Lyttleton yang merupakan seorang astronom. Ia melakukan modifikasi terhadap teori benturan yang sebelumnya pernah ada. Namun, teori yang diungkapkan Lyttleton ini dianggap memiliki penjelasan yang lebih baik mengenai asal mula Tata Surya berdasarkan teori benturan.

5. Teori Awan Debu

Teori Awan Debu mengungkapkan bahwa calon Tata Surya awalnya adalah awan yang sangat luas. Awan ini terdiri dari debu dan gas kosmos yang diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring.
Namun, terdapat ketidakteraturan dalam awan tersebut yang menyebabkan terjadinya perputaran sehingga gas dan debu yang berputar berkumpul jadi satu. Sementara debu dan gas ini terus berputar, awan tersebut pun menghilang.
Lalu, partikel -partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat dan berubah menjadi planet. Lalu berbagai gas yang ada di tengah -tengah awan berkembang dan menjadi matahari.
Teori Awan Debu ini dicetuskan oleh Fred L. Whippel yang merupakan seorang astronom asal Amerika Serikat. Jika ditelusuri dari prosesnya, teori ini seolah merupakan pengembangan teori Nebula.
Selain apa yang diungkapkan oleh Fred L. Whippel, ada juga astronom Inggris bernama Fred Hoyle dan astronom Swedia bernama Hannes Alven yang mengungkapkan teori yang serupa dengan teori Awan Debu.
Mereka berpendapat bahwa pada mulanya Matahari berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya. Jika merujuk pada penelitian era modern, Matahari dikatakan berputar kira-kira satu kali dalam 27 hari.
Sementara perhitungan mutakhir juga menunjukkan bahwa Matahari primitif berputar lebih cepat sehingga memungkinkan terlemparnya bahan -bahan yang kemudian membentuk planet. Hal inilah yang mendukung teori awan debu ini.

6. Hipotesis Kuiper

Dalam Hipotesis Kuiper, dikemukakan bahwa alam semesta ini pada awalnya terdiri dari formasi bintang -bintang. Lalu, terdapat dua pusat yang memadat dan berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen.
Satu pusat lebih besar daripada pusat yang lainnya. Satu pusat yang lebih besar ini kemudian memadat dan menjadi bintang tunggal yang kita kenal sebagai matahari.
Hipotesis ini dikemukakan oleh Gerard P Kuiper (1905 – 1973). Karena masih merupakan hipotesis dan belum dianggap sebagai teori yang memiliki dasar kuat, pendapat Kuiper ini lumayan jarang digunakan.

7. Teori Big Bang

Teori ini menyatakan bahwa adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang besar pula. Karena ada reaksi inti, maka massa tersebut meledak dengan hebatnya (big bang). Bagian yang berserakan dengan cepat menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, bagian-bagian yang berserakan tersebut membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih rendah. Kelompok-kelompok tersbut yang menjadi galaksi sekarang ini.


                Analisis Teori         
Menurut saya teori yang paling masuk akal adalah teori Big Bang. Karena seperti yang telah dijelaskan bahwa planet terbentuk oleh sebuah ledakan yang di akibat kan oleh suhu yang sangat panas,sehingga terjadi lah suatu ledakan yang sangat dahsyat. Selain itu menurut saya,akibat dari ledakan tersebut maka pasti ukuran yang dihasilkan oleh ledakan tersebut akan berbeda. Maka dari itu saya sependapat oleh Teori Bigbang ini





B.     Cincin planet di Tata Surya

·         Saturnus
Mereka terdiri dari partikel kecil yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari ukuran mikrometer ke meter, yang mengorbit Saturnus. Partikel cincin yang hampir seluruhnya terbuat dari es air, dengan komponen jejak material batuan
·         Uranus
Cincin Uranus ditemukan pada tanggal 10 Maret 1977, oleh James L. Elliot, Edward W. Dunham, dan Douglas J. Mink. Lebih dari 200 tahun yang lalu, pada tahun 1789, William Herschel juga melaporkan mengamati cincin; beberapa astronom modern yang skeptis bahwa ia bisa benar-benar melihat mereka, karena mereka sangat gelap dan samar.
Pada tahun 1978, sembilan cincin yang berbeda diidentifikasi. Dua cincin tambahan ditemukan pada tahun 1986 dalam gambar yang diambil oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2, dan dua cincin luar ditemukan pada tahun 2003-2005 di Foto Hubble Space Telescope. Dalam rangka peningkatan jarak dari planet 13 cincin dikenal ditunjuk 1986U2R / ζ, 6, 5, 4, α, β, η, γ, δ, λ, ε, ν dan μ. Kisaran jari-jari mereka dari sekitar 38.000 km untuk cincin / ζ 1986U2R sekitar 98,000 km untuk cincin μ. Band debu samar tambahan dan busur lengkap mungkin ada di antara cincin utama. Cincin sangat gelap Albedo Obligasi partikel cincin 'tidak melebihi 2%. Mereka mungkin terdiri dari air es dengan penambahan beberapa organik radiasi diproses gelap
·         Jupiter
Planet Jupiter memiliki sistem cincin, yang dikenal sebagai cincin Jupiter atau sistem cincin Jovian. Itu adalah sistem cincin ketiga yang ditemukan di Tata Surya, setelah dari Saturnus dan Uranus. Ini pertama kali diamati pada tahun 1979 oleh probe ruang Voyager 1 dan diselidiki secara menyeluruh pada 1990-an oleh pengorbit Galileo. [2] Hal ini juga telah diamati oleh Hubble Space Telescope dan dari Bumi selama 23 tahun terakhir. pengamatan berbasis darat dari cincin memerlukan teleskop terbesar.





C.     Dampak IPTEK terhadap perkembangan anak
Pada zaman sekarang perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri lagi sudah sangat sangat berkembang dibanding zaman dahulu. Yang dahulu sebuah komputer sebesar satu ruangan kelas,tetapi kini komputer tidak lebih besar nya dari sebuah tas,yang biasa kita sebut dengan laptop. Begitu juga dengan alat komunikasi berupa HP dan yang lain nya. Dahulu setiap orang apabila ingin berkomunikasi dengan menggunakan surat,lalu berkembang dengan telpon rumah dan sekarang telah berkembang menjadi sebuah Hand Phone.
            Siapapun di zaman sekarang hand phone sangat diperlukan karena fasilitas yang diberikan oleh hand phone sangat bermanfaat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh komunikasi melalui media sosial dan game dan juga Hand Phone dapat dimiliki oleh siapa saja mulai dari orang tua,remaja bahkan anak anak. Tetapi di zaman sekarang hand phone yang banyak digunakan oleh anak anak zaman sekarang terlalu sering dan kurang bijak untuk digunakan. Dampak dari penggunaan ini diantara nya anak-anak yang terlalu sering menggunakan HP terlalu sibuk dengan HP-nya sehingga dia lupa berinteraksi dengan lingkungan di sekitar nya. Dan akibat nya anak anak tersebut tumbuh menjadi anak anak dengan sifat individualis dikarenakan terlalu sibuk dan kurang peduli dengan lingkungan nya masing masing. Dan juga anak anak ini juga terlalu berdiam diri di rumah nya.
            
          Contoh Kasus
Kasus penculikan yang dialami Marieta Nova Triani, gadis dibawah umur  yang menjadi korban penculikan setelah berkenalan melalui jejaring sosial Facebook, diakui keluarganya sebagai anak yang pendiam dan jarang keluar rumah. Keduanya intens berkirim pesan sejak 5 bulan sebelum kasus penculikan itu. Meski dipisahkan oleh jarak,korban di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Ari di Tangerang, keduanya cukup hangat menjalin hubungan lewat dunia maya. Bahkan, pada tanggal 20 Januari 2010, Ari membuat status ‘Married’ di akun Facebooknya. Lewat perkenalan di Facebook tersebut, akhirnya korban dibawa kabur oleh Ari hingga 3 hari saat berkunjung ke Jakarta. Ari menggunakan akun bernama ‘Arie Power’. Dalam facebooknya terdapat foto-foto korban yang diberi nama sebagai ‘bundaqw’. Selama kabur, Ari dan korban sempat berhubungan seksual. Ari lantas dibekuk polisi dengan tuduhan melarikan anak di bawah umur. Sebelum pertemuannya dengan tersangka Ari melalui Facebook, korban sempat dinasehati kakaknya untuk tidak mudah percaya pada lelaki yang baru dikenal melalui dunia maya. Kini korban mengalami depresi setelah kasusnya merebak. Kristina (kakaknya) menambahkan, adiknya kini lebih banyak mengurung diri didalam rumah. Nova mengaku malu dan stress karena kasusnya merebak setelah diberitakan media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar